Deni Demian Perkenalkan saya Deni Demian Renovtri salah satu tenaga pengajar di SDN 1 Nawin Hilir

10 kutipan dari Tan Malaka yang akan menampar dan membakar semangat awet muda Anda

3 min read

10 kutipan dari Tan Malaka yang akan menampar dan membakar semangat awet muda Anda


Kamu yang pernah (atau masih) aktif sebagai aktivis kampus pasti tidak asing dengan nama Tan Malaka. Seorang aktivis kemerdekaan yang namanya dilupakan dari peta sejarah kemerdekaan Indonesia. Padahal jasanya untuk Indonesia tidak bisa dianggap remeh. Dialah orang pertama yang mencetuskan konsep negara Indonesia dalam bukunya yang berjudul Naar de Republiek Indonesia (1925).

Terlepas dari ideologi kirinya, kontribusi Tan Malaka untuk Indonesia tidak bisa dianggap remeh, kegigihannya dalam memperjuangkan kemerdekaan Indonesia membuatnya menjadi buronan Interpol. Tak hanya itu, Tan Malaka bahkan ikut serta dalam pertarungan melawan Belanda langsung di lapangan. Namun sayangnya, kegigihannya dalam memperjuangkan kemerdekaan harus berakhir tragis ketika nyawanya jatuh di tangan tentara Republik Indonesia sendiri.

Dengan segala kontribusinya untuk Indonesia, hingga saat ini sosoknya memang pantas menjadi panutan bagi dirinya seribu tahun Indonesia. Tak hanya pemikirannya, aksi nyata yang dilakukannya untuk Indonesia juga bisa menjadi inspirasi bagi banyak anak muda Indonesia. Yakni, bukan untuk menuntut, tapi untuk memberikan kontribusi nyata bagi negara. Untuk memicu semangat Anda berkontribusi bagi Indonesia, dalam kaitannya dengan momen Sumpah Pemuda berikut ini Hipwee merangkum 10 kutipan Tan Malaka yang akan menampar Anda menjadi lebih baik.

1. Kutipan seorang Tan Malaka yang mampu menampar milenial Indonesia. Menjadi orang muda yang kritis dan berani menawarkan perubahan

10 kutipan dari Tan Malaka yang akan menampar dan membakar semangat awet muda Anda

Idealisme Anda adalah kemewahan Anda melalui kordasulutgmpi.com

Indonesia membutuhkan generasi muda yang kritis dan mampu menjadi penggerak perubahan. Idealisme anak muda seringkali menjadi kunci perubahan di negeri ini. Di tengah desakan untuk terus berubah sesuai sistem dan birokrasi, nasehat ini mengingatkan kita para generasi muda bahwa idealisme itu patut dipertahankan.

2. Pendidikan bukan untuk mengubah seseorang menjadi bangga. Pendidikan harus mengasah kepekaan seseorang terhadap lingkungan sekitarnya

Pendidikan harus mem

Pendidikan harus membuat seseorang lebih peka terhadap lingkungannya melalui nationalgeographic.co.id

Kalimat ini begitu tajam hingga mengenai mereka yang berpendidikan tinggi, namun enggan untuk peduli dengan lingkungannya. Padahal, dengan ilmu yang dimiliki, mereka harus peka terhadap lingkungan sekitar. Selanjutnya berkontribusi pada lingkungan sekitar.

3. Kalimat yang tajam dan mencolok bagi mereka untuk melupakan identitas aslinya. Mungkin terinspirasi dari kemajuan gaya Barat, tapi tindakan Anda tetap harus beradaptasi dengan kebiasaan timur

Jangan kebarat-baratan.

Jangan kebarat-baratan lewat dailymail.co.uk

Tidak masalah untuk mengadopsi gaya berpikir barat yang terbuka dan berorientasi pada kemajuan. Namun, pria kita harus didasarkan pada gaya oriental.

4. Belajar memahami, tidak menjadi mesin fotokopi yang melahap teori

Jangan hanya menghafal, tapi pahami.

Jangan hanya menghafal, tapi pahami lewat mirror.co.uk

Kalimat ini ditujukan bagi mereka yang sedang belajar untuk mengejar nilai saja. Hingga tanpa disadari, ilmu yang dipelajari tidak lagi dipahami, melainkan hanya ditelan mentah-mentah.

5. Jangan terburu-buru mengambil keputusan, pikirkan baik-baik agar Anda tidak salah mengambil langkah ke depan

Jangan bertindak gegabah.

Jangan bertindak gegabah. melalui

Terkadang kegagalan bukan karena upaya yang kurang optimal, melainkan karena kurangnya pertimbangan. Karena itu, jangan bertindak gegabah. Taruhan dengan risiko boleh-boleh saja, tetapi pertimbangan yang cermat mutlak diperlukan.

6. Jangan biarkan diri Anda menjadi egois. Kontribusi kecil Anda kepada masyarakat sangat berarti

Berkontribusi kepada masyarakat.

Berkontribusi kepada masyarakat. melalui unsplash.com

Manusia yang egois adalah mereka yang enggan berkontribusi pada orang lain. Bagi Anda para milenial Indonesia, patut tergerak untuk berkontribusi bagi sesama dan lingkungan.

7. Sebenarnya yang penting adalah prosesnya, bukan hasilnya. Apapun hasilnya, nikmati saja proses melelahkan Anda untuk mencapai kesuksesan

Bukan hasilnya, tapi prosesnya.

Bukan hasilnya, tapi prosesnya. melalui unsplash.com

Karena ketika Anda terlalu peduli dengan hasilnya, Anda tidak akan menikmati prosesnya. Sekalipun hasilnya tidak seperti yang Anda inginkan, setidaknya Anda telah mengerahkan upaya dan kekuatan terbaik Anda.

8. Tanpa disadari, terkadang kita begitu diperbudak oleh pekerjaan sial ini demi kekayaan orang lain saja

httpsunsplash-comsearchworkingphototznbaktucti

Terkadang kita sepertinya diperbudak oleh pekerjaan. melalui unsplash.com

Kalimat petikan untuk pekerja muda yang secara tidak sadar diperbudak oleh pekerjaan. Kerja keras tanpa akhir, sampai mengorbankan diri sendiri.

9. Semoga kutipan dari Tan Malaka ini dapat meyakinkan anak muda Indonesia yang pesimis dengan tanah airnya

Bukti bahwa Indonesia adalah negara besar.

Harus dipastikan bahwa Indonesia adalah bangsa yang hebat via nationalgeographic.co.id-

Indonesia berpotensi menjadi negara maju, bukan hanya berkembang. Untuk itu, pemuda Indonesia harus optimis untuk mewujudkan Indonesia yang lebih baik.

10. Hingga saat ini, semangat juang Tan Malaka masih menginspirasi generasi milenial Indonesia yang optimis Indonesia bisa lebih baik lagi

Tan Malaka

Meski sudah tiada, semangatnya tetap menginspirasi anak muda Indonesia. melalui kompasiana.com

Meski berideologi kiri, nyatanya kontribusi Tan Malaka bagi Indonesia tak bisa dianggap remeh. Dengan segala kontribusinya untuk kemerdekaan Indonesia, sayang sekali sosoknya seakan dilupakan dari peta sejarah Indonesia.

Semoga 10 kutipan dari Tan Malaka di atas menginspirasi Anda untuk berkontribusi bagi Indonesia. Karena tidak ada gunanya jika kita hanya protes menuntut perubahan, jika kita sendiri tidak berkontribusi apapun untuk Indonesia. Sekecil apapun kontribusi Anda untuk Indonesia, itu sangat berarti, daripada hanya berbicara tanpa tindakan nyata.

Selamat memperingati Hari Sumpah Pemuda untuk kita semua!

FB.Event.subscribe('message.send', function(targetUrl) _gaq.push(['_trackSocial', 'facebook', 'send', targetUrl]); );

FB.Event.subscribe('edge.create', function(targetUrl) _gaq.push(['_trackSocial', 'facebook', 'like', targetUrl]); );

FB.AppEvents.logPageView(); ;

// Load the SDK asynchronously (function(d, s, id) var js, fjs = d.getElementsByTagName(s)[0]; if (d.getElementById(id)) return; js = d.createElement(s); js.id = id; js.src = "https://connect.facebook.net/en_US/sdk.js"; fjs.parentNode.insertBefore(js, fjs); (document, 'script', 'facebook-jssdk'));



Sumber Inspirasi

Deni Demian Perkenalkan saya Deni Demian Renovtri salah satu tenaga pengajar di SDN 1 Nawin Hilir

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.